JasaDesain.co.idJasaDesain.co.id
Artikel Desain

Panduan Cetak Stationery Perusahaan: Kertas, Laminasi, dan File yang Wajib Kamu Bawa

15 September 2026 4 menit baca teamjsd

Kamu sudah bayar jasa desain, desainnya rapi, lalu cetak di tempat paling murah supaya hemat. Dua hari kemudian kartu nama datang: ujungnya melengkung, warna logo jadi kusam, dan tulisan di sisi belakang samar-samar kelihatan dari depan. Yang salah bukan desainnya, tapi keputusan soal kertas, laminasi, dan file yang kamu bawa ke percetakan.

Di bawah ini angka-angka yang biasa kami pakai waktu menyiapkan file cetak stationery buat klien. Bisa kamu bawa langsung saat ngobrol dengan percetakan.

Gramasi kartu nama: 260gsm itu batas bawah

Gramasi menentukan seberapa “berisi” kartu nama waktu dipegang orang. Di bawah 260gsm, kartunya tipis dan cepat lecek, terutama kalau disimpan di dompet. Untuk klien korporat, kami biasanya pakai 260gsm art carton. Kalau anggarannya longgar, 310gsm sampai 400gsm memberi perbedaan yang langsung terasa di tangan.

Yang jarang ditanya: jenis kertasnya. Art carton putih di dua sisi, sementara BC alias blues white cenderung abu di satu sisi. Kartu nama dua sisi penuh warna sebaiknya pakai art carton. Kalau sisi belakangnya cuma teks satu warna, BC masih aman dan bisa menghemat sekitar 10 sampai 15 persen biaya cetak.

Kop surat dan invoice jangan pakai kertas kartu nama

Kop surat dipakai kerja setiap hari, jadi kertasnya harus ramah printer kantor. HVS 80gsm atau 100gsm pilihan yang aman. Kami pernah menerima file yang sudah dicetak di kertas 210gsm. Hasilnya cantik untuk difoto, tapi begitu staf klien mencoba print surat penawaran sendiri, printer-nya macet berulang.

Jarak elemen dari tepi juga berpengaruh. Printer kantor umumnya butuh margin 5 sampai 10 milimeter. Logo yang ditempel 2 milimeter dari tepi atas akan terpotong tiap kali dokumen habis dicetak.

Laminasi menentukan kesan pertama

Laminasi gloss membuat warna lebih hidup dan kartunya lebih tahan air. Cocok buat usaha kuliner, laundry, atau bengkel karena logo jadi menonjol mengikuti cetakannya.

Laminasi doff memberi kesan tenang dan menyerap cahaya, jadi tidak memantul waktu difoto. Klien dari firma hukum, konsultan, dan perusahaan tambang hampir selalu pilih doff. Kalau mau logo jadi pusat perhatian, minta doff plus spot UV: area logo dibuat mengkilap sementara sisanya tetap doff.

Tambahan biaya laminasi umumnya Rp 30.000 sampai Rp 60.000 per 100 kartu nama. Angka itu bergantung percetakan dan ukuran cetaknya, jadi tanyakan sekalian waktu minta penawaran.

Minta file CMYK, bukan screenshot desain

Warna layar atau RGB dan warna cetak atau CMYK itu dua hal berbeda. Ada biru yang terlihat sama di laptop, tapi setelah dicetak jadi biru keunguan. Karena itu, sebelum kirim ke percetakan, minta desainer mengirim versi CMYK.

Kalau perusahaanmu punya warna korporat resmi, sebutkan kode Pantone-nya, contohnya Pantone 286 C untuk biru tua. Kode ini dibaca percetakan sebagai patokan, jadi hasil cetak dari vendor berbeda tetap konsisten.

Jangan pernah minta percetakan mencetak dari file screenshot, gambar hasil kiriman WhatsApp, atau foto desain di kanvas. Resolusi file seperti itu biasanya cuma 72 dpi, sementara cetak butuh 300 dpi. Hasilnya bergerigi, dan orang bisa melihatnya tanpa perlu jadi desainer.

File yang harus kamu bawa ke percetakan

Ini daftar singkat yang selalu kami sertakan saat serah terima: PDF versi cetak dengan profil CMYK, bleed 3 milimeter di setiap sisi, font sudah di-outline, dan resolusi gambar minimal 300 dpi. Kalau ukuran kartu namamu 9 x 5,5 sentimeter, file desainnya harus 9,6 x 6,1 sentimeter termasuk bleed.

Kalau desainer belum memberi file versi cetak dan kamu harus mengurusnya sendiri ke percetakan, itu tanda komunikasinya belum selesai. Kami menyerahkan paket lengkap untuk setiap pekerjaan stationery, dari kartu nama, kop surat, amplop, sampai lanyard, karena semuanya satu brand dan satu aturan warna. Detail paketnya ada di halaman jasa desain logo dan stationery perusahaan.

Hitung jumlah cetak sebelum pesan

Percetakan bekerja per rim, 1 rim sama dengan 500 lembar. Untuk kartu nama, 1 box biasanya berisi 100 lembar. Biaya cetak 100 lembar dan 500 lembar sering tidak jauh berbeda karena yang dihitung adalah plat dan prosesnya, bukan kertasnya.

Hitungan kasarnya begini. Satu sales rata-rata menyerahkan 8 sampai 12 kartu nama per minggu. Setahun berarti sekitar 500 lembar. Jadi kalau kamu punya 3 orang yang rutin bertemu klien, pesan 500 sampai 1.000 lembar sekaligus jauh lebih masuk akal daripada cetak 100 lembar tiga kali dengan biaya kirim terpisah.

Finishing yang bikin biaya naik diam-diam

Spot UV, hot print emas, emboss, dan die cut memang bikin stationery terlihat mahal. Tapi tiap proses dihitung terpisah dan biasanya punya minimum order. Menambah hot print emas di kartu nama bisa menaikkan biaya Rp 150.000 sampai Rp 300.000 per 100 lembar, tergantung luas area yang di-print.

Sebelum setuju, tanya tiga hal ke percetakan: biaya per proses, minimum order, dan berapa lama tambahan waktunya. Jangan kaget kalau finishing rumit membuat pengerjaan mundur dari 3 hari jadi 7 hari kerja.

Kalau kamu ingin bagian desain dan file cetaknya beres dari satu tempat, kirim ukuran dan rencana pemakaian stationery-mu. Tim kami menyiapkan file siap cetak, rekomendasi kertas, dan estimasi biaya percetakan biar kamu tinggal datang dan ambil. Mulai dari obrolan singkat lewat halaman hubungi kami.

Perlu bantuan desain untuk bisnis Anda?

Konsultasi gratis — ceritakan kebutuhan logo, company profile, stationery, atau website Anda.

Konsultasi Gratis

Siap Membuat Desain yang Lebih Profesional?

Mulai dari identitas brand sampai website perusahaan — kami bantu dari konsultasi hingga file final diterima.