JasaDesain.co.idJasaDesain.co.id
Artikel Compro

Perusahaan Baru Belum Punya Portofolio? Ini Cara Isi Company Profile-nya

13 September 2026 4 menit baca teamjsd

Klien kirim pesan singkat: “Boleh kirim company profile dulu?” Kamu buka laptop, mulai bikin dokumen, lalu buntu di halaman portofolio. Usaha baru jalan 7 bulan, proyek yang layak disebut proyek baru tiga. Sisanya kerjaan kecil yang dulu kamu kerjakan sendirian.

Situasi ini yang paling sering kami temui. Banyak pemilik usaha nunda bikin company profile bukan karena nggak punya dana, tapi karena malu sama halaman portofolio yang masih kosong. Padahal klien korporat yang minta dokumen itu sudah tahu kamu perusahaan baru. Mereka nggak berharap lihat 30 proyek. Yang mereka cari adalah alasan untuk berani ngobrol lebih lanjut.

Yang Sebenarnya Dicari Klien dari Perusahaan Baru

Klien B2B punya tiga pertanyaan yang jarang diucapkan.

Pertama, apakah kamu punya badan usaha yang jelas? Nomor NIB, akta, dan NPWP di halaman awal langsung menjawab ini. Kedua, kamu sanggup kerja sesuai tenggat atau tidak. Ketiga, siapa yang bisa dihubungi kalau ada masalah.

Halaman portofolio kosong nggak menjawab satu pun dari tiga hal itu. Jadi taruh energi ke sana dulu.

Portofolio Boleh Kecil, tapi Harus Spesifik

Hapus frasa “berbagai proyek” dari dokumenmu. Itu kalimat paling tidak berguna di company profile.

Tulis proyek yang ada apa adanya. Contoh: kamu bantu warung kopi di Bandung bikin kemasan dan menu untuk 12 varian, selesai Maret 2025, rentang kerja 3 minggu. Itu sudah satu kartu portofolio yang sah. Kalau dulu kamu kerja serabutan, ambil tiga pekerjaan yang paling mirip dengan klien yang sedang kamu incar.

Satu proyek dengan angka lebih mengena daripada enam proyek yang cuma disebut namanya. Orang pengadaan di perusahaan besar membaca angka, bukan kata sifat.

Kalau Portofolio Masih Nol, Tunjukkan Prosesnya

Ada jalan lain. Isi 3 sampai 4 halaman dengan cara kerja.

Mulai dari alur pesanan masuk sampai barang dikirim. Sebut siapa yang pegang tiap tahap, berapa lama tiap tahap berjalan, dan apa yang terjadi kalau ada revisi. Bagian ini biasanya yang paling menenangkan klien, karena mereka jadi tahu risikonya ditanggung bareng.

Beberapa hal yang bisa masuk ke sini: alat dan mesin yang kamu pakai, jumlah karyawan inti, kapasitas per minggu, dan garansi. Contoh yang jelas begini, “produksi 400 unit per minggu, lead time 10 hari kerja, garansi perbaikan 14 hari.”

Tim Kecil Justru Bisa Jadi Kelebihan

Jangan sembunyikan fakta bahwa timmu cuma 5 orang. Pakai itu.

Buat satu halaman profil tim. Nama, jabatan, dan latar belakang masing-masing cukup dua baris. “Bagian produksi, 8 tahun di pabrik garmen Semarang” jauh lebih meyakinkan daripada tulisan “tim profesional berpengalaman”.

Di banyak usaha yang baru berdiri, orang yang kamu rekrut justru punya jam terbang panjang di industrinya. Ceritakan itu.

Legalitas, Sertifikat, dan Kerja Bareng

Perusahaan baru sering punya dokumen yang dilupakan. NIB, NPWP, akta pendirian, sertifikat pelatihan, atau surat keterangan usaha dari kelurahan. Susun jadi satu halaman yang rapi.

Kalau kamu pernah jadi vendor kecil di proyek pemerintah, atau kerja bareng perusahaan lain sebagai mitra, itu juga boleh masuk. Sebut perannya secara jujur: subkontrak, mitra, atau tenaga tambahan.

Timeline: Jangan Dilebihkan

Ini kesalahan yang paling mahal.

Tulis tahun berdiri sesuai akta. Kalau dokumen resmimu bilang berdiri 2026, terus di halaman lain kamu klaim punya pengalaman sejak 2019, klien yang teliti akan mengerutkan dahi. Bagian pengadaan perusahaan besar biasanya punya jalur untuk memeriksa.

Kalau kamu memang pindahan dari usaha sebelumnya, atau pernah pakai nama lain, jelaskan singkat dalam satu paragraf. Itu wajar, dan mereka lebih menghargai keterbukaan.

Susunan 12 Halaman yang Cukup untuk Perusahaan Baru

Ini kerangka yang biasanya sudah cukup:

  • Cover berisi logo, nama perusahaan, dan tahun
  • Daftar isi dan profil singkat
  • Tentang kami: latar belakang pendirian, visi misi singkat
  • Legalitas dan struktur badan usaha
  • Lini produk atau layanan dengan foto asli
  • Proses kerja dan kapasitas produksi
  • Portofolio 3-4 proyek lengkap dengan angka
  • Profil tim inti
  • Klien atau mitra yang pernah bekerja bareng
  • Alamat, peta lokasi, dan kontak
  • Cara pemesanan dan syarat pembayaran
  • Halaman penutup berisi ajakan ngobrol

12 halaman masih nyaman dibaca sekali duduk. Kamu nggak perlu memaksakan 40 halaman supaya kelihatan besar. Dokumen tipis yang padat justru lebih sering dibaca habis.

Kalau bingung soal susunan halaman, ukuran, dan desainnya, kamu bisa lihat layanan jasa desain company profile perusahaan kami. Tim kami rutin bantu usaha yang baru berdiri mengubah bahan seadanya jadi dokumen yang kelihatan siap.

Satu catatan terakhir. Company profile perusahaan baru itu bukan dokumen sekali pakai. Tiap dapat proyek baru, tambahkan satu halaman. Setahun kemudian isinya sudah beda jauh, dan kamu nggak perlu mulai dari nol lagi.

Kalau butuh bantuan menyusunnya, ceritakan kondisi usahamu lewat halaman hubungi kami. Kami akan bantu susun struktur yang paling masuk akal untuk usahamu sekarang.

Perlu bantuan desain untuk bisnis Anda?

Konsultasi gratis — ceritakan kebutuhan logo, company profile, stationery, atau website Anda.

Konsultasi Gratis

Siap Membuat Desain yang Lebih Profesional?

Mulai dari identitas brand sampai website perusahaan — kami bantu dari konsultasi hingga file final diterima.