JasaDesain.co.idJasaDesain.co.id
Artikel Website

Sebelum Bikin Website Perusahaan: Materi yang Sering Baru Dicari Setelah Proyek Jalan

9 Oktober 2026 4 menit baca teamjsd

Proyek website perusahaan jarang molor gara-gara desainernya lambat. Yang lebih sering kejadian: bahan bakunya belum siap padahal desain sudah mau jalan. Klien menyerahkan brief, desainer mulai menyusun halaman depan, lalu di hari ketiga baru sadar foto kantor masih tersimpan di HP tiga orang dan logonya cuma ada versi jpg.

Kalau kamu sedang menyiapkan website baru, daftar di bawah ini bisa jadi patokan. Semuanya hal dasar. Justru itu yang paling sering bikin proyek balik lagi ke titik nol.

Foto asli masih tersebar di HP tiga orang

Kumpulkan foto sebelum memikirkan layout. Butuh sekitar 12 sampai 20 foto: tampak depan kantor, ruang kerja, tim sedang bekerja, produk atau alat, dan beberapa foto kegiatan. Resolusi minimal 1600 px di sisi terpanjang. Foto yang pernah dikirim lewat WhatsApp biasanya sudah dikecilkan jadi sekitar 800 px, dan kalau dipasang di banner akan kelihatan pecah.

Ambil ulang pakai HP sekarang juga cukup, asal cahayanya terang dan posisinya tidak miring. Tunjuk satu orang untuk mengumpulkan semuanya ke satu folder, jangan biarkan masing-masing kirim ke desainer sendiri-sendiri.

Logo cuma versi jpg dari screenshot grup WhatsApp

Desainer butuh file vektor: AI, SVG, EPS, atau PDF. File jpg dan png hasil screenshot tidak bisa diperbesar tanpa buram, padahal logo akan dipakai di header, favicon, kop surat digital, sampai feed media sosial. Kalau file vektor sudah hilang, minta desainer lamamu mencarinya dulu. Kalau memang tidak ada, logo harus digambar ulang. Itu pekerjaan tambahan yang butuh waktu sendiri, dan hasilnya lebih rapi daripada sekadar menaikkan resolusi file jpg. Proses ini ada di layanan desain logo jasadesain.co.id.

Versi Tentang Kami milik siapa yang dipakai?

Ini klasik. Direktur punya versi sendiri, admin punya versi sendiri, dan versi lama masih nempel di dokumen tender. Tentukan satu penulis, minta dia merapikan jadi 150 sampai 250 kata. Isinya cukup: bidang usaha, tahun berdiri, jumlah karyawan atau kapasitas produksi, dan satu dua pencapaian yang ada angkanya. Jangan suruh desainer memilih, dia tidak tahu mana yang benar.

Daftar layanan belum dipisah per kategori

Halaman layanan biasanya jadi halaman kedua yang dibuka calon klien setelah halaman depan. Tulis tiap layanan dengan deskripsi pendek 2 sampai 3 kalimat, lalu kelompokkan. Perusahaan dagang yang punya 30 jenis barang tidak perlu memaksa semuanya tampil di menu. Pilih 5 sampai 8 yang paling sering diminta, sisanya masuk katalog atau lampiran PDF.

Legalitas dan sertifikat masih di lemari

Scan NIB, NPWP, akta pendirian, izin usaha, dan sertifikat seperti ISO atau SNI. Simpan sebagai PDF, hasil scan 300 dpi, posisi lurus, tidak kena bayangan tangan. Halaman legalitas yang isinya dokumen buram malah bikin calon klien ragu. Jangan sekadar foto pakai HP sambil dokumennya dipegang.

Nomor WA, email, dan alamat: siapa yang pegang?

Nomor yang dipasang di website sebaiknya nomor bisnis, bukan nomor pribadi admin yang bisa resign bulan depan. Email sebaiknya pakai domain sendiri, misalnya sales@namaperusahaan.co.id, bukan gmail pribadi. Lengkapi juga jam operasional dan titik lokasi di Google Maps, karena banyak orang mencari alamat lewat Maps, bukan lewat halaman kontak. Tentukan form kontak masuk ke email siapa dan siapa yang wajib membalas dalam 1×24 jam.

Akses domain dan hosting jangan cuma di vendor

Domain, hosting, akun Google Analytics, dan Search Console sebaiknya terdaftar atas nama perusahaan, bukan akun pribadi orang yang mengerjakan. Minta aksesnya sejak awal, catat tanggal perpanjangan, dan simpan di satu tempat. Kejadian domain hampir hangus karena tidak ada yang tahu tanggal jatuh temponya itu nyata dan cukup sering. Kalau nanti kamu pindah vendor, aset inilah yang menentukan prosesnya gampang atau berantakan.

Tunjuk satu pintu komunikasi

Revisi tidak bisa diputuskan lewat voting di grup WhatsApp. Tunjuk satu orang yang berhak bilang “ya, ini final”. Kalau semua orang boleh berkomentar, desainer akan menerima sepuluh masukan berbeda dan proyek jalan di tempat. Satu pintu juga membuat jadwal lebih jelas: kapan kamu harus memberi umpan balik dan kapan desainer menyerahkan hasil.

Perkiraan waktu kalau materi lengkap

Kalau semua bahan di atas sudah ada di satu folder sebelum proyek mulai, website company profile umumnya selesai 3 sampai 4 minggu termasuk revisi. Kalau materi baru dikumpulkan di tengah jalan, tambahan 1 sampai 2 minggu itu hal biasa. Untuk kamu yang punya deadline tender atau pameran, selisih dua minggu ini bisa menentukan.

Pekerjaan desain jadi jauh lebih cepat kalau bahan bakunya sudah disiapkan. Kalau kamu butuh website yang dikerjakan sekaligus dirapikan isinya, tim jasa desain website jasadesain.co.id bisa bantu dari penyusunan materi sampai website siap dibuka. Kirim daftar materi yang sudah kamu punya lewat halaman kontak, nanti kami cek mana yang masih kurang.

Perlu bantuan desain untuk bisnis Anda?

Konsultasi gratis — ceritakan kebutuhan logo, company profile, stationery, atau website Anda.

Konsultasi Gratis

Siap Membuat Desain yang Lebih Profesional?

Mulai dari identitas brand sampai website perusahaan — kami bantu dari konsultasi hingga file final diterima.