JasaDesain.co.idJasaDesain.co.id
Artikel Website

Website Perusahaan Versi Inggris: Kapan Bisnismu Benar-benar Butuh?

19 September 2026 4 menit baca teamjsd

Buyer dari Kuala Lumpur buka website perusahaanmu. Halaman depan muncul, semua tulisan bahasa Indonesia. Dia diam beberapa detik, geser ke bawah, lalu tutup tab. Bukan karena produkmu jelek. Dia cuma nggak punya waktu menebak isi kalimatmu.

Kejadian itu jarang kelihatan di statistik. Google Analytics cuma mencatat satu kunjungan dari Malaysia, durasinya 11 detik, dan kamu mengira itu trafik nyasar. Padahal bisa jadi itu calon pembeli besar yang berhenti di halaman pertama.

Cek Dulu Siapa yang Buka Websitemu

Sebelum memutuskan bikin versi Inggris, buka laporan negara pengunjung di Google Analytics atau Search Console. Kalau 95 persen trafikmu dari Indonesia dan semuanya lokal, versi Inggris belum mendesak. Uangnya lebih baik dipakai buat memperbaiki halaman yang sudah ada.

Tapi begitu Singapura, Malaysia, Filipina, atau negara Timur Tengah masuk daftar, ceritanya beda. Terutama untuk perusahaan yang jual alat berat, bahan kimia, furniture, atau jasa konstruksi. Buyer mereka memang lintas negara sejak awal.

Ada juga pemicu yang datang dari dalam: ikut tender internasional, jadi vendor perusahaan asing, atau mulai kirim penawaran ke perusahaan yang timnya bukan orang Indonesia. Begitu dokumen penawaran dituntut dua bahasa, websitenya biasanya ikut dituntut sama.

Tanda Sudah Waktunya, Bukan Cuma Pengin Kelihatan Internasional

Versi Inggris itu alat kerja, bukan hiasan. Kalau dibuat tanpa alasan jelas, hasilnya cuma kumpulan halaman yang nggak pernah diurus.

Pertanyaan dari luar negeri biasanya muncul lebih dulu lewat email, dan kamu menjawabnya pakai dokumen hasil terjemahan instan. Lalu tim sales kesulitan karena nggak ada link yang bisa dikirim ke calon buyer, semua materi masih bahasa Indonesia. Belakangan, perusahaan mitra asing minta company profile versi Inggris untuk proses vendor registration. Kalau salah satu sudah kejadian, menundanya cuma bikin kerjaan makin numpuk.

Terjemahan Mesin Bukan Solusi

Banyak perusahaan pasang plugin penerjemah otomatis dan merasa beres. Buyer yang serius biasanya langsung tahu. Istilah teknis jadi aneh, nama alat, satuan, dan sertifikat sering diterjemahkan jadi kata yang nggak berarti apa-apa di industri mereka.

Masalahnya bukan cuma kosakata. Halaman hasil terjemahan mesin tetap memakai pola kalimat Indonesia yang panjang dan berputar. Orang yang bahasa ibunya Inggris membaca itu sambil mengerutkan dahi, dan penilaiannya sederhana: perusahaan ini belum biasa kerja lintas negara.

Dua Cara Menaruh Versi Inggrisnya

Cara paling rapi pakai subdomain, misalnya en.namaperusahaan.com. Kelebihannya gampang dipisah, bisa diurus tim berbeda, dan versi Indonesia nggak terganggu. Cocok kalau kontennya banyak dan akan rutin ditambah.

Cara kedua, folder bahasa di domain yang sama seperti namaperusahaan.com/en/. Lebih hemat biaya pengurusan, tapi setiap halaman wajib punya penanda bahasa (hreflang). Tanpa hreflang, dua versi bisa saling mengalahkan di hasil pencarian, dan yang muncul malah versi yang salah untuk pengunjung yang salah.

Jangan Terjemahkan Semuanya

Halaman inti yang perlu versi Inggris biasanya lima sampai tujuh: beranda, tentang perusahaan, produk atau layanan, portofolio proyek, sertifikasi, dan kontak. Blog nggak wajib. Artikel bahasa Indonesia yang sudah jalan tetap berguna untuk pembaca lokal, dan memaksanya jadi Inggris cuma menambah pekerjaan tanpa menambah pembaca.

Yang justru sering dilewatkan: dokumen unduhan. Company profile PDF, katalog, dan lembar spesifikasi adalah materi yang paling sering dikirim ke buyer. Kalau websitenya Inggris tapi PDF-nya masih Indonesia, buyer tetap kesulitan. Versi PDF inilah yang biasanya jadi permintaan pertama, bahkan sebelum websitenya disentuh. Untuk dokumen semacam itu, kami mengerjakannya lewat jasa pembuatan company profile perusahaan yang sudah biasa menyiapkan materi dua bahasa.

Nama Halaman dan Judul Ikut Dipikirkan

“Halaman Perusahaan Kami” yang diterjemahkan kata per kata jadi “Our Company Page” terdengar kaku. Di pasar internasional orang mencarinya dengan kata “About Us”, “Our Services”, “Projects”, atau “Contact”. Pakai istilah yang mereka pakai, bukan hasil alih bahasa.

Hal kecil lain yang sering bikin buyer ragu: nomor telepon tanpa kode negara, format tanggal yang membingungkan, dan nominal tanpa keterangan mata uang. Tulis +62 di depan nomor, dan kalau mencantumkan harga, sebutkan mata uangnya dengan jelas.

Mulai dari Mana

Kalau belum yakin, tanya tim sales satu pertanyaan saja: dalam setahun terakhir, ada berapa calon klien dari luar negeri yang minta materi bahasa Inggris? Jawaban itu biasanya lebih jujur daripada feeling.

Kalau jawabannya ada, dan mereka buyer serius, versi Inggris website bukan pengeluaran buat gaya. Mulai dari halaman inti, pastikan teksnya ditulis ulang bukan diterjemahkan, lalu rapikan struktur URL dan hreflang. Halaman lain bisa nyusul sambil jalan.

Kalau kamu mau versi Inggris yang tetap nyambung dengan website Indonesia yang sudah berjalan, tim kami biasa mengerjakannya sekalian dalam paket jasa desain website perusahaan mulai dari struktur halaman sampai penataan teks dua bahasa.

Perlu bantuan desain untuk bisnis Anda?

Konsultasi gratis — ceritakan kebutuhan logo, company profile, stationery, atau website Anda.

Konsultasi Gratis

Siap Membuat Desain yang Lebih Profesional?

Mulai dari identitas brand sampai website perusahaan — kami bantu dari konsultasi hingga file final diterima.